Ini Baru Drama! Aku Adalah Kesalahan Sistem Yang Masih Membuatnya Tersenyum
Aku Adalah Kesalahan Sistem Yang Masih Membuatnya Tersenyum
Embun pagi merayapi kelopak peoni merah di taman terlarang Istana Langit. Di sini, aku, Lian, menghabiskan hari-hari sebagai Pelayan Bunga tingkat rendah. Aku tidak ingat apa-apa selain Istana ini, selain tugas menyiram dan merawat bunga-bunga yang seakan menyimpan rahasia abadi.
Namun, malam-malamku dihantui mimpi. Kilasan pedang, teriakan kesakitan, wajah-wajah penuh amarah, dan... sepasang mata ungu yang menusuk, mata seorang pangeran. Mata yang seharusnya kucintai.
Aku merasa ANEH. Semua orang memperlakukanku seperti aku seharusnya tidak ada. Aku adalah debu di permadani sutra Istana Langit, sebuah anomali yang luput dari perhitungan takdir. Mereka menyebutku "kesalahan sistem."
Setiap kali aku melihat Pangeran Langit, Xuanyu, jantungku berdebar kencang, bukan karena cinta, tapi karena... ketakutan yang familiar. Dia adalah personifikasi keindahan dan kekuasaan, namun di matanya, aku melihat kilatan dingin yang membuat darahku membeku.
Suatu sore, di tengah kebun wisteria yang bermekaran, Xuanyu menghampiriku. Aroma osmanthus yang menjadi ciri khasnya, kini terasa menyesakkan.
"Lian," sapanya, suaranya selembut beludru. "Kau tahu mengapa kau berbeda?"
Aku menggeleng, menunduk.
"Karena kau adalah potongan masa lalu yang seharusnya terkubur. Kau adalah... dia."
Jantungku berdegup kencang. 'Dia'? Siapa?
Xuanyu melanjutkan, "Di kehidupan sebelumnya, kau adalah selir kesayanganku, Mei. Kecantikanmu memabukkan, ambisimu tak terbatas. Kau meracuniku, Lian. Kau mencoba merebut tahtaku."
Gambar-gambar membanjiri pikiranku. Sebuah cangkir teh giok, senyum licik, dan... kegelapan. Aku, Mei, seorang wanita yang haus kekuasaan. Aku mengkhianatinya.
"Tapi... tapi mengapa aku di sini? Mengapa aku tidak mati?" tanyaku, suaraku bergetar.
"Karena sistem tidak sempurna. Kau terlahir kembali sebagai kesalahan, sebagai pengingat akan pengkhianatanmu. Tapi tenang saja, Lian. Aku tidak akan menyakitimu secara fisik."
Xuanyu tersenyum, senyum yang tidak mencapai matanya. "Hukumanmu jauh lebih halus. Kau akan hidup di sini, selamanya menyaksikan kebahagiaanku, menyaksikan aku memimpin dengan bijaksana. Kau akan tahu bahwa kau, Mei, telah gagal."
Dan dia benar. Setiap hari, aku melihat Xuanyu tumbuh menjadi pemimpin yang adil dan dicintai. Setiap hari, aku merasakan penyesalan membara di dalam diriku. Aku tahu, sebagai Lian, aku tidak akan pernah bisa menebus dosa-dosa Mei.
Suatu malam, Xuanyu memanggilku ke paviliunnya. Bulan purnama menerangi wajahnya yang sempurna.
"Aku akan menikahi Putri Xiulan dari Kerajaan Awan," katanya. "Pernikahan ini akan memperkuat aliansi kita dan membawa kedamaian bagi rakyatku."
Aku tahu. Aku tahu bahwa Putri Xiulan adalah wanita yang kejam dan haus kekuasaan, sama seperti Mei dulu. Pernikahan ini adalah bencana yang menunggu untuk terjadi.
Aku menatap Xuanyu, mataku dipenuhi kesedihan dan... tekad. "Lakukanlah," kataku, suaraku tenang dan tegas. "Menikahlah dengannya. Tapi, ketika saatnya tiba, jangan percaya padanya."
Xuanyu terkejut. "Apa maksudmu?"
Aku tersenyum tipis. "Itu bukan urusanku. Aku hanya... seorang kesalahan sistem. Sebuah anomali yang tidak penting."
Aku berbalik dan meninggalkan paviliun, meninggalkan Xuanyu yang kebingungan di belakangku. Aku tahu, keputusanku akan mengubah jalannya sejarah. Aku tidak membalas dendam dengan darah, tapi dengan pengetahuan. Aku telah menanam benih keraguan di hatinya.
Dia akan ingat, walau mungkin tidak sepenuhnya, ingatan akan pengkhianatan sebelumnya.
Dia akan waspada.
Dia akan selamat.
Dan aku? Aku akan terus merawat bunga-bunga di taman terlarang, menunggu saat ketika dunia baru akan mekar, bebas dari bayang-bayang masa lalu...
Kita akan bertemu lagi, Xuanyu. Di kehidupan yang lain. Di dunia yang lain.
You Might Also Like: Full Drama Bayangan Yang Mengintai Di