Baiklah, ini dia kisah pendek bergaya dracin berjudul 'Aku menatap bulan, dan bulan menatap balik dengan mata serupa matamu', dengan penekanan yang diminta: **Aku Menatap Bulan, dan Bulan Menatap Balik dengan Mata Serupa Matamu** Cahaya rembulan menari-nari di balkon paviliun, memantul di gaunku yang berwarna perak. Aku menyesap teh *jasmine*, aroma melatinya menenangkan namun tak mampu meredakan badai di dalam hatiku. Aku menatap bulan, bulat sempurna, dingin dan jauh. Dan di sanalah, aku melihatnya – mata serupa matamu, Lin Yi. Mata yang dulu memancarkan janji, kini hanya menyisakan kehampaan yang ***menyakitkan***. Dulu, senyummu adalah mentari pagiku. Kini, aku tahu, itu hanyalah topeng. Topeng yang kau kenakan dengan begitu mahir, menipu semua orang, termasuk diriku. Setiap pelukanmu, yang dulu kurasa sehangat dekapan ibu, kini terasa seperti lilitan racun yang perlahan membunuhku. Kita pernah berdiri di bawah langit yang sama, menggantungkan sejuta janji di bintang-bintang. Kau bisikkan kata-kata abadi, kata-kata yang kini berubah menjadi belati. *Belati* yang menikamku tanpa ampun. Aku belajar untuk tegar. Menyembunyikan luka di balik senyum yang kuukir dengan susah payah. Membungkus kepedihan dengan elegansi yang menawan. Dunia melihatku sebagai wanita sukses, kuat, dan independen. Mereka tak tahu, di balik semua itu, ada hati yang hancur berkeping-keping. Kudengar, kau akan menikahi putri keluarga Zhang. Pernikahan politik, tentu saja. Demi kekuasaan, demi ambisimu yang tak pernah terpuaskan. Biarlah. Aku tak akan meneteskan air mata. Aku akan menghadiri pernikahanmu. Bukan sebagai tamu biasa, tapi sebagai saksi dari ***kehancuranmu*** sendiri. Hadiah pernikahanku? Bukan darah, Lin Yi. Bukan pula permusuhan terbuka. Aku akan memberimu penyesalan. Penyesalan yang akan menggerogoti jiwamu, menghantuimu di setiap malam sunyi, dan membayangi setiap kesuksesan yang kau raih. Aku akan memastikan, setiap kali kau menatap bulan, kau akan melihat bayanganku di sana, dengan mata serupa matamu – mata yang menyimpan luka, mata yang menyimpan dendam yang manis dan pahit. Kau akan meraih kekuasaan, Lin Yi. Tapi kau tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan. Itulah balas dendamku. Aku meneguk habis teh *jasmine*-ku. Dinginnya malam menusuk kulitku, tapi hatiku lebih dingin lagi. Aku tersenyum. Senyum yang sama yang dulu membuatmu tergila-gila. Senyum yang kini akan menghantui mimpi-mimpimu. Cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama… dan aku, telah memilih jalan mana yang akan kutempuh.
You Might Also Like: Jual Skincare Aman Untuk Kulit Sensitif
Share on Facebook